MY SUNSHINE
EPILOG
"Cobalah tetap tegar walau kau terlihat banyak masalah!" Rangga tetap mencoba meyakinkanku agar terlihat tegar dengan semua yang sudah terjadi, tetapi aku tak bisa berpura-pura tegar rasanya air mataku tak ingin berhenti mengalir. Rasanya aku ingin mati. Tidak ingin melihat apapun. Tapi jika aku mati, aku tak akan pernah melihat Rangga lagi, melihatnya tersenyum, tertawa dengan ciri khas nakalnya 'ahhhh ini membuatku gila' batinku, sambil mencoba merontokkan isi kepalaku dengan kedua tangan yang kupunya saat ini. "Sudahlah Rangga, meski kamu berkata seperti itu tapi kamu tau sendiri dari dulu aku paling susah untuk menutupi semuanya. Aku tidak bisa pura-pura baik atau bahkan tersenyum kepada semuanya" dan pertengkaranku dan dia pun berlanjut.
Kehidupan tidak semudah yang kau bayangkan jika kau membuka mata dan mulai berjalan, karena itu jika kau sudah mulai meyakinkan dirimu untuk mulai berjalan, sebutlah namaku dan pegang tanganku. Kita akan berjalan bersama agar kita dapat saling melindungi.
BAB I
SEMUA MASIH TERLIHAT BIRU
"hoaaah, hari ini masih terlihat cerah seperti biasanya, bukankah kau menyukai aroma matahari dan hembusan angin pelangi? ayolaah kita jalan-jalan ketaman dekat danau, kau pasti akan merasa enakan" Rangga mulai berdiri dari tempatnya dan menggadeng paksa tanganku tanpa adanya perlawanan aku mengikuti matahari ku yang selalu membuatku bersinar dan nampak jika bersamanya, ya aku mencintainya dari saat kita masih kecil. Ahh atau bisa dikatakan saat aku baru lahir kedalam dunia ini dan mulai membuka mataku dan menemukan seorang anak laki-laki tampan yang tersenyum tulus padaku. Kejadian ini sudah sangat lama mungkin sekitar 17 tahun yang lalu, orangtuaku dan orangtua Rangga adalah teman saat mereka masih smp entah kenapa mereka tetap akrab satu sama lain meski sudah memiliki keluarga masing-masing tapi mereka masih sering berkumpul bersama menghabiskan waktu luang mereka. Bisa dibilang mereka sangat-sangat akrab karena pesta perkawinan mereka dilakukan secara bersama dalam satu gedung dan mereka pun merancang bulan madu bersama-sama, haha sunggu menggelikan jika aku mendengarkan mama menceritakan kisah mereka berempat. Seperti yang kalian fikir orangtua Rangga lebih dulu melahirkan Rangga setelah 4 tahun berikutnya akupun lahir, bisa dibilang rangga lebih tua dariku tapi aku tak menganggapnya begitu. Dari kecil rangga seperti saudara bagiku kami berbagi segala hal meski diumur kami yang berbeda tapi dia tetap bersamaku jadi aku tak pernah menggapnya lebih tua dariku haha, meski sekarang rangga sudah duduk dibangku perkuliahan dan aku masih dibangku SMA rangga masih sering mengantar jemputku sekolah bahkan setelah pulang sekolah kita masih sering bermain, dari sinilah kisah cintaku dimulai mungkin karena aku terlalu terbiasa dengannya akupun mulai mencintainya sedikit demi sedikit dan akhirnya rasa cinta ini tak bisa terungkapkan lagi. "HOI PELANGI, dari tadi bengong mulu diajak ngomong gak denger apa ya?" , "aahh, maafkan aku kak rangga, aku hanya sedang menikmatinya hembusan angin ini seperti membawaku terbang hahaha" "ngaco banget ni anak ya, kayaknya kamu kelewatan setres kali ya" "apaan sih kak rangga, gitu banget tanggepannya, sana liat jalan nanti kalau jatuh aku bakalan ketawain gak mau nolongin pokoknya" "UHH dasar bocah" aku gak tau kenapa tiap tangan rangga yang mendarat tepat diatas kepalaku dan berhasil membuat rambutku acak-acakan malah bikin perasaan gak jelas tapi aku seneng, aku bisa bersamanya sampai sekarang. "Okay kita sudah sampai, ahh leganyaa capek juga jalan dari komplek ke danau. kamu gak ikutan rebahan? sini rebahan sama liat langit rasanya bikin tenang tauk" "iyee,iyee bawel deh ya ni orang" sambil mengambil posisi untuk rebahan disamping rangga aku mulai terpikirkan beberapa pertanyaan yang sebenarnya ingin aku sampaikan tapi aku benar-benar tak punya nyali untuk itu. "emm kak, kak rangga pernah jatuh cinta gak? rasanya kayak apa sih" "jatuh cinta ya, pernah mungkin bisa dibilang aku sedang mengalaminya sekarang. kamu tau gak ada cewek pindahan baru dikampus dia satu jurusan dan satu kelas sama aku, kalau kamu tau orangnya mungkin kamu juga bakalan jatuh cinta sama dia. dia itu bener-bener cewek idamanku banget, aku belum bisa deketin dia lebih tepatnya gak pede sih deketin dia. aku pingin ngajak dia makan,nonton jalan-jalan pokonya banyak deh yang pingin aku lakuin sama dia terlebih lagi aku pingin kenalin dia ke keluargaku haha, konyol gak sih unek-unekku barusan. tapi apa mau dikata jatuh cinta itu ya kayak gini rasanya, kenapa memang kamu tanya begitu?" "ahh gak papa kok, cuman mau tau aja. emm kak kalau kita mandang langit yang biru terus-terusan lalu kita pejamin mata kita rasanya semua masih terlihat biru, apa aku tetap seperti ini saja ya hanya mencoba melihat semuanya dengan menutup mata tanpa membuka mataku agar kornea mataku tidak tersakiti" "kamu ngomong apasih, ngaco tau. asal kamu tau ya ngeliat dengan matamu sendiri tanpa menutup mata itu lebih indah dari pada kamu harus menutup matamu hanya karna takut kornea mataku jadi terluka atau rusak" "oh begitu ya, padahal aku ingin menutup mataku agar semuanya menjadi baik-baik saja tanpa ada rasa sakit."
to be continue..
Dandelion
Kamis, 31 Maret 2016
Jumat, 23 Oktober 2015
Kepakkan Sayapmu
Bagaimana bisa aku meninggalkan zona nyamanku
Hanya untuk mencari sebuah petualangan
Aku tak bisa berlari dengan bayang-banyang masa lalu
Menjadikan ku semakin takut berlari dengan cepat
Semakin jauh....Semakin lama....
Aku semakin tak mengerti
Bagaimana setiap orang bisa dengan mudah pergi
Sedangkan aku, tetap tak bisa mengepakkan sayap
Aku bertanya-tanya pada diri ku
Bagaimana jika suatu hari aku tak bisa melihat matahari
Bagaimana jika suatu hari aku dikelilingi dengan awan gelap
Jika itu terjadi apakah aku masih bahagia?
Aku berusaha meyakinnkan pada diri sendiri
Bermimpilah, terbanglah, raih semuanya..
Bebaskan bayangmu, ikuti langkahmu, tinggalkan masa lalumu
Terbanglah menuju bintang, raihlah satu dan berbahagialah
Konsep itu terus terbayang dalam fikiran dan benakku
Menjadikanku percaya, Tuhan sudah mengatur segalanya
Bahagialah, Taati peraturan Tuhan
Tuhan akan membantu melebarkan sayapmu.
Dan kau akan terbang dengan bebas
Meraih mimpimu, mewujudkannya menjadi kenyataan
Jangan pernah takut sayapmu patah
Tangan Tuhan sangatlah ajaib
Ia akan membantumu menyembuhkan sayapmu
Dan kamu akan terbang kembali
Ikutilah kata hatimu
Raihlah semua yang kamu ingin
Tapi berbuat adillah terhadap sesama
Cintailah sesama
Rangkul sesama
Dan kita, akan mengepakkan sayap bersama-sama menuju surga...
Hanya untuk mencari sebuah petualangan
Aku tak bisa berlari dengan bayang-banyang masa lalu
Menjadikan ku semakin takut berlari dengan cepat
Semakin jauh....Semakin lama....
Aku semakin tak mengerti
Bagaimana setiap orang bisa dengan mudah pergi
Sedangkan aku, tetap tak bisa mengepakkan sayap
Aku bertanya-tanya pada diri ku
Bagaimana jika suatu hari aku tak bisa melihat matahari
Bagaimana jika suatu hari aku dikelilingi dengan awan gelap
Jika itu terjadi apakah aku masih bahagia?
Aku berusaha meyakinnkan pada diri sendiri
Bermimpilah, terbanglah, raih semuanya..
Bebaskan bayangmu, ikuti langkahmu, tinggalkan masa lalumu
Terbanglah menuju bintang, raihlah satu dan berbahagialah
Konsep itu terus terbayang dalam fikiran dan benakku
Menjadikanku percaya, Tuhan sudah mengatur segalanya
Bahagialah, Taati peraturan Tuhan
Tuhan akan membantu melebarkan sayapmu.
Dan kau akan terbang dengan bebas
Meraih mimpimu, mewujudkannya menjadi kenyataan
Jangan pernah takut sayapmu patah
Tangan Tuhan sangatlah ajaib
Ia akan membantumu menyembuhkan sayapmu
Dan kamu akan terbang kembali
Ikutilah kata hatimu
Raihlah semua yang kamu ingin
Tapi berbuat adillah terhadap sesama
Cintailah sesama
Rangkul sesama
Dan kita, akan mengepakkan sayap bersama-sama menuju surga...
Jumat, 24 Oktober 2014
Langganan:
Postingan (Atom)

